RSS

“Urusan Penting itu”, hanya Tuhan yang tahu.

04 Sep

Seorang teman pernah berkata dengan begitu percaya dirinya,”coba deh kalian perhatikan, banyak cowok ganteng tapi pasangannya tidak cantik. Banyak juga  cowok yang biasa-biasa aja tapi pasangannya sungguh luar biasa ”. Pernyataannya lugas, polos, penuh keyakinan dan masuk akal. Dalam kehidupan sehari-hari fakta memang ada yang demikian walaupun ada juga yang tidak seperti itu.

Berbicara mengenai jodoh / pasangan hidup memang tidak akan ada habisnya. Topik ini sudah dibahas semenjak jaman dulu oleh banyak orang, mungkin juga termasuk nenek moyangnya nenek moyang kita. Namun tetap saja masalah ini menarik untuk diperbincangkan. Masih ingatkah kisah  Nabi Sulaiman dengan Ratu Balqis penguasa negeri Saba? Cerita Zulaikha istri seorang penguasa Mesir dengan Nabi Yusuf, pelayannya? Syah Jehan dengan Permaisurinya Mumtaz Mahal? Ataupun Romeo and Juliet, Titanic, Dibawah Lindungan Kabah, Ketika Cinta Bertasbih? Semuanya punya satu kesamaan, sama-sama mengantung cerita yang disebut “cinta”.

Rumitnya permasalahan jodoh itu sebenarnya sudah terlihat semenjak nabi Adam menikahkan anak-anaknya . Allah memerintahkan Qabil untuk menikahi Labuda dan Habil menikahi Iqlima. Tapi Qabil menolak karena iya merasa tidak suka dan tidak cinta kepada Labuda dan minta untuk dinikahkan dengan Iqlima calon istri adiknya. Masalah ini ternyata berakhir tragis karena untuk mendapatkan Iqlima Qabil terpaksa harus membunuh Habil. Pembunuhan pertama dalam sejarah manusia.

Jodoh itu penuh misteri, unik, rumit, menarik dan hanya Tuhan yang tahu. Jodoh itu tidak sama seperti jadwal penayangan film di bioskop, sudah pasti waktu dan tempatnya. Orang yang sudah kita pacari selama bertahun-tahun belum tentu nantinya akan menjadi pendamping hidup kita, malah bisa saja orang yang cuma kita kenal selama sebulan dialah yang ternyata jodoh kita.  Jodoh itu bisa datang tanpa kita duga, mungkin malah tanpa kita sadari sama sekali. Kita capek mencari sang jodoh di tempat lain,ternyata dia malah selalu bersama kita. Karena keunikannya, jodoh itu menjadi salah satu hal yang sangat populer. Hampir semua buku, novel, film dan serial drama tentang kisah cinta laris manis dipasaran.

Perjalanan mencari jodoh itu tidak selamanya mulus dan lancar. Banyak kejadian yang kadang menghalang. Seorang gadis muda sebut saja Mawar, telah dilamar oleh 5 orang pemuda tetapi semuanya ditolak, alasannya tidak ada yang cocok. Ataupun kisah Melati, yang sudah menemukan pujaan hatinya namun tidak bisa bersanding di pelaminan karena tidak mendapat restu dari orang tua. Lain lagi kisahnya Bintang, dia sudah berpacaran bertahun-tahun, tapi tiba-tiba seorang Lelaki lain datang melamar kekasihnya dan diterima. Mimpi buruk dan nangis darah. Sebagian orang mungkin menyebutnya belum jodoh. Hal-hal seperti itu sangat lumrah terjadi dikehidupan sehari-hari kita.

Walaupun jodoh itu tidak menentu dan tidak bisa diprediksi, bukan berarti kita harus pasrah menerima apa adanya. Duduk berdiam diri menunggu apapun yang akan terjadi. Kita tetap harus berusaha karena dengan sikap dan tindakan yang kita lakukan hal-hal yang belum jelas bisa semakin jelas. Perkembangan itu akan ada jika pergerakan ada. Kita bisa mencoba mencari jodoh kita sendiri, ataupun meminta bantuan teman, saudara, orang tua. Satu hal lagi, tidak ada jaminan usaha dan pergerakan kita itu akan berhasil. Disitulah pentingnya kita perbanyak doa. Berusaha dan berdoa adalah usaha maksimal yang bisa kita lakukan, selebihnya serahkan saja pada yang diatas.

Dalam sebuah ceramah, seorang ustadz berpesan : ”Jika kita berbuat kebaikan janganlah mengharapkan imbalan dari orang bersangkutan, termasuk jika kita mencintai seseorang jangan juga berharap untuk dicintai. Bersikaplah ikhlas dan biarkan Allah yang memberi kita balasan terbaik”.  Jika kita sedang jatuh cinta dan merasa sudah menemukan jodoh kita, cukup bergembira seperlunya saja dan jangan berlebih-lebihan karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi dikemudian hari. Seringkali kita lihat seseorang yang sangat cinta kepada kekasihnya, begitu menggebu-gebu seakan-akan dialah segalanya didunia ini dan ketika sang kekasihnya meninggal dunia karena satu dan lain hal, diapun menjadi stress, sakit-sakitan, menyiksa diri dan akhirnya meninggal.

“Urusan penting itu biarkan waktu yang menjawabnya. Kalau emang jodoh gak akan kemana, kalau gak jodoh juga gak bisa apa-apa”.

Wallahu a’lam.

 
2 Comments

Posted by on September 4, 2011 in Uncategorized

 

2 responses to ““Urusan Penting itu”, hanya Tuhan yang tahu.

  1. Anonymous

    February 18, 2014 at 4:37 pm

    jadi jodoh itu mesti di sikapi bagai mana?

     
  2. Manusia Kupluk

    July 9, 2012 at 7:57 am

    Maaf, ralat sdikit.
    Qabil membunuh habil bukan krn masalah cinta, tp krn masalah korban bakaran utk dipersembahkan kpd TUHAN.

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: