RSS

Nyi Loro Kidul, Sebuah Penjelasan Ilmiah

07 Feb

Ketika saya berada di Pelabuhan Ratu dalam rangka acara Geofiesta (30 jan – 1 feb 2009) saya sempat bertanya (lebih tepatnya nge-test) ke teman saya Rexy Hamza Subroto, “ rex, loe percaya ga ama kebenaran legenda Nyi Loro Kidul Yang sering diceritain orang-orang? ”, lalu tanpa ragu dia menjawab, “ya ngak lah rid…gw masih punya tuhan. Yang menguasai laut, darat dan langit itu jelas Allah, bukan makhluk lainnya”. Sebuah jawaban yang sama sekali tidak pernah saya bayangkan dan tak terbantahkan. Jawaban yang keluar dari lubuk hati paling dalam yang dipenuhi keyakinan akan kebenarannya, tak ada sedikit pun keraguan.

Pantai Pelabuhan Ratu yang terletak sekitar 60 KM arah selatan dari Kota Sukabumi merupakan salah satu tempat wisata di pesisir selatan Jawa Barat. Ombak yang menderu disepanjang pantainya terkenal sangat kuat , berbahaya dan telah memakan banyak korban jiwa. Dari informasi yang saya dapatkan, satu hari sebelum kedatangan kami ke sana telah jatuh korban seorang warga Bogor yang berenang di sana dan kemudian terseret ombak.

Jika kita menyusuri pantai ini, kita akan menemukan beraneka macam pemandangan alam yang sungguh sayang jika dilewatkan begitu saja. Perpaduan antara pantai yang curam dan landai, batu-batu karang yang terjal, hempasan Ombak dan hutan cagar alam benar-benar menyihir setiap yang memandangnya. Apalagi kalau kita menikmatinya sambil menyantap Hidangan Lautnya. sungguh menggoda. Pantai Pelabuhan Ratu ini dikenal dengan sebutan Pantai Karang Hawu. Terletak 20 KM dari pusat kota Pelabuhan Ratu. Di pantai ini terdapat banyak karang yang dipenuhi lubang-lubang seperti tungku sehingga dinamakan Karang Hawu (dalam bahasa sunda Tungku disebut sebagai Hawu). Banyaknya lubang-lubang ini kemungkinan akibat pelarutan antara material penyusun karang dengan air laut yang banyak mengandung garam dibantu dengan ombak yang kuat (abrasi).

Menurut legenda yang masih terdengar sampai saat ini, banyaknya Korban Jiwa yang berjatuhan di Pantai Karang Hawu ini disebabkan oleh Nyi Loro Kidul, sang penguasa Laut Selatan yang menjadikannya sebagai tumbal. Para korban kemungkinan merupakan keturunan Selir Prabu Siliwangi yang akan dijadikan budak atau bala tentara Ratu Laut Selatan. Tetapi penjelasan Ilmiah mampu menenggelamkan legenda itu.

Karakter ombak di pesisir selatan Pulau Jawa umumnya berenergi tinggi dengan ombak besar yang tiba-tiba datang dan menyapu pantai. Ada 3 hal yang mempengaruhi pembentukan ombak yaitu arus pasang surut (swell), angin pantai (local wind) dan pergeseran (naik-turun) massa batuan di dasar samudra. Kombinasi antara gelombang swell dengan angin local yang bertiup kencang dapat menimbulkan ombak besar. Jika disertai dengan naik-turunnya massa batuan di dasar samudra maka dapat menimbulkan Tsunami. Bentuk morfologi dasar laut Pantai Selatan juga sangat memungkinkan terjadinya hempasan gelombang dahsyat ke pantai yang sekaligus memicu terjadinya arus seretan.

Sebagai pantai yang mengalami pengangkatan (uplifted shoreline) dengan proses abrasi yang cukup kuat, profil pantai selatan umumnya memiliki zona pecah gelombang (breaker zone) dekat garis pantai. Akibatnya, zona paparan (surf zone) menjadi sempit. Bila terjadi interferensi gelombang, maka atenuasi gelombang akan terjadi sehingga membentuk gelombang besar. Karena daerah paparannya sempit, meski gelombang akan pecah di zona pecah gelombang, hempasan ombaknya masih dapat menyapu pantai dengan energi yang cukup kuat.

System arus di pantai dipicu oleh hadirnya arus di lepas pantai (coastal current) sebagai akibat sirkulasi air laut global. Dalam pergerakannya arus lepas pantai mengalami perubahan arah (deviasi) menjadi arus sejajar pantai (longshore current) akibat adanya semenanjung dan teluk. Arus balik (rip current) menuju laut sering muncul di teluk akibat arus sejajar pantai yang berlawanan. Kekuatan arus balik ini akan bertambah besar bila dasar laut memiliki jaringan parit dasar laut (runnel atau trough). Jaringan parit merupakan saluran tempat kembalinya sejumlah besar volume air yang terakumulasi di pantai, khususnya di zona paparan dan zona pasang surut (swash) ke laut.

Peristiwa terseretnya korban yang sedang berenang, diawali dengan hempasan dan gulungan ombak cukup kuat sehingga arus putar (turbulence current) pecahan ombak membuat korban terpental ke dasar laut. Hantaman ombak menyebabkan kepanikan sehingga koordinasi gerak tubuh menjadi kacau. Benturan kepala dengan benda keras pun dapat terjadi. Akibatnya korban tak sadarkan diri. Pada saat bersamaan arus balik langsung menyeret korban melalui jaringan parit dasar laut. Dalam waktu relative singkat ia akan kehilangan kesadaran karena terjadi perubahan tekanan air laut secara tiba-tiba. Korban dengan cepat kehilangan panas tubuh (hipotermia) dan akhirnya tewas.

Seperti di daerah karang hawu yang banyak terumbu karang yang telah mati atau batuan keras yang menjorok ke laut potensi jatuh korban akan bertambah, karena jaringan parit dasar laut dapat terbentuk di celah-celah karang. Pada beberapa kasus, korban terseret arus balik kemudian terjepit diantara celah-celah karang . tubuh korban pun tidak muncul lagi ke permukaan.

Jadi, udah tau kan penjelasan ilmiah tentang pantai Karang Hawu (pantai Laut Selatan) ? tentang kebenaran Nyi Loro Kidul yang ternyata hanya sebatas dongeng ?

Oya…saya sangat senang kalo anda bersedia meninggalkan comment sebagai kenang-kenangan buat saya. Saya tunggu lho!!

Sumber : Pengalaman dan Pengamatan Pribadi Yunus Kusmahbrata, 2001; Laut Selatan, Mengapa Sering Menelan Korban ?, majalah Inti sari Edisi November

adhri739

 
12 Comments

Posted by on February 7, 2009 in Uncategorized

 

Tags:

12 responses to “Nyi Loro Kidul, Sebuah Penjelasan Ilmiah

  1. Dinda Ayu

    July 17, 2012 at 7:16 am

    apa pun bentuk pendidikan yg sdh pernah kita kenyam, hendaknya jangan menjadikan diri kita takabur. Tuhan sudah menciptakan segalanya, pastinya termasuk menciptakan sesosok yg memiliki kapasitas yg disebut NYI RATU PANTAI SELATAN, jk hal itu tdk ada mungkin saja alam ini menjadi kurang lengkap, kita boleh sj percaya atau tdk percaya, krn itu hak azasi. Hal ini adalah keberadaan non fisik, jk ingin membuktikan scr sungguh2, tentunya kita mesti mempelajari hal2 non fisik, baru kita memiliki kemampuan untuk menjelaskan hal tsb. Jika dijelaskan scr logika ato geografis yang jangan kita hubung2kan dgn hal2 non fisik. Suatu saat nanti di antara kita yg saling tdk percaya ini akan dihadapkan dgn pembuktian yg bersifat non fisik, dan akan terjadi pula penjelasan dari orang2 lain yg sungguh tidak percaya atas apa yg kita temukan, akhirnya kita akan menjadi terasing di tempat yg ramai.

    Dinda Ayu

     
  2. Nuno

    December 4, 2010 at 1:35 am

    Kanjeng Ratu Kidul bukan nama seseorang, namun itu sebutan untuk keindahan pantai selatan. Disebut Kanjeng Ratu karena keindahan pantai selatan “mirip” dengan kecantikan seorang ratu. Disebut Kidul karena dalam bahasa Jawa kidul berarti selatan. Jadi Kanjeng Ratu Kidul ato Nyi Roro Kidul merupakan julukan untuk ke-elok-an Pantai Selatan.

     
  3. taufiq

    July 20, 2010 at 6:20 am

    Tuhan Yang Maha Kuasa Segalanya. Thanks penjelasan ilmiahnya. Semoga menjadi pengetahuan buat lainnya yang belum tau.

     
  4. survive from there

    March 28, 2010 at 4:39 am

    aink cuma ingin bilang…

    lamun hayang hirup rada lila..

    ntong berenang di PANTAI KARANG HAU !!!!

    hati2 lah… bukan karena NYI ini,, NYI itu…

    tapi Bentuk Geografis karang yang LANDAI dan ada arus bawah laut.. yang biasanya orang yang terseret ombak disana 3 atau 4 hari baru ketemu !!

    Hati Hati lah !!!

     
  5. ambar thea

    December 19, 2009 at 7:21 am

    w sih prcaya ga prcaya yach…
    klo w prcaya coz w prcaya ma tmen w yang namanya ajeng coz dia prnah ke kmar kanjeng nyai roro kidul & w ga prcaya nya coz w byum prnah ktmu ma kanjeng nyai roro kdul

     
  6. boik

    October 22, 2009 at 1:40 pm

    Segala sesuatunya itu sudah ada yg punya..yaitu Allah SWT…bkn Nyi Roro Kidul!!!!

     
  7. dedy bangsat

    October 15, 2009 at 3:54 am

    q tetep nggak percaya yang begituan….

     
  8. fatarana

    May 30, 2009 at 3:42 am

    hahaha…yah, terlalu sibuk mempelajari yg lain jadinya baru tau deh yg ini…

     
  9. aji

    May 16, 2009 at 10:00 am

    ah…. anak geofisika, masa yang macam gini baru tahu…. serius kau!!!!!!

     
  10. Mike

    March 2, 2009 at 4:01 pm

    Just passing by.Btw, you website have great content!

    ______________________________
    Don’t pay for your electricity any longer…
    Instead, the power company will pay YOU!

     
  11. tiyas

    February 9, 2009 at 2:22 pm

    logis Kang.. logis B.G.T.

    terima kasih atas pencerahannya Kang.
    🙂

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: