RSS

Membentuk Manusia Berkarakter

29 Dec

Tanggal 3 desember 2008, saya sempat mengikuti training “career planning development” yang diadakan oleh Ikatan Orang Tua Mahasiswa (IOM) ITB. Ada 3 materi penting yang disampaikan oleh masing –masing pembicara yaitu Character Building dalam memantapkan studi dan karir (Dr. Juntika Nurichsan, M.Pd), Pengembangan Rencana Studi dan karir (Dr. Nandang Rusmana, M.Pd) dan terakhir Makna Belajar dan Karir dalam Kehidupan (Prof. Dr. Syamsu Yusuf LN, M.Pd). Saya ingin sedikit berbagi tentang apa yang saya peroleh pada training itu. Karena berbagai kesibukan, baru sekarang saya sempat merangkum isi dari “kuliah” Dr. Juntika Nurichsan hari itu. sedangkan “Kuliah” lainnya saya rasa tidak ada yang terlalu special. Tapi kalau ada waktu akan coba saya rangkumkan juga. InsyaAllah.

Knowledge is power, but character is more. Begitulah arti penting dari karakter/ watak. Ia lebih berharga dari ilmu pengetahuan karena tanpa adanya karakter maka ilmu pengetahuanpun tidak akan mendatangkan kebaikan untuk umat manusia malah kehancuran yang akan muncul dan kekacauan yang hanya akan terjadi. Lalu apakah sebenarnya yang disebut dengan karakter itu ? character is a personality evaluated, usually implies an ethical judgment of good or bad and a striving system which underly behavior.

Dalam bahasa Indonesia character disebut juga dengan watak yaitu system daya juang yang menggunakan nilai-nilai moral yang terpatri dalam diri individu yang melandasi pemikiran, sikap dan perilaku. Watak adalah suatu konsep etis yang dalam penggambarannya sering dipakai kata “baik” atau ”buruk” dan menunjukkan arti normative yaitu mengisyaratkan norma tingkah laku tertentu yang menjadi dasar individu atau perbuatannya dinilai oleh orang lain.

Dalam terminology islam, watak/ character itu sama dengan akhlak yaitu sifat yang tertanam dalam jiwa dan dengan sifat itu seseorang akan secara spontan dan dengan mudah memancarkan sikap dan perbuatan. Dalam berakhlak, agama islam mengajarkan untuk selalu berpegangan pada Al-Quran, sebagaimana dicontohkan oleh baginda Rasulullah SAW. Didalam Al-Quran, semua watak yang baik dan buruk dijelaskan dengan rinci supaya manusia tidak salah dalam melangkah.

Karakter/watak bukanlah sesuatu yang bisa diperjual-belikan. Ia hanya bisa didapat dari pembelajaran (learning), pelatihan (coaching) dan pembimbingan dan konseling (guidance and counseling). Character building atau pembangunan watak adalah “never ending process”. Untuk membangun watak, perlu dilakukan internalisasi tata nilai, menyadari mana yang boleh dan mana yang tidak boleh, membentuk kebiasaan dan menjadi teladan.

Bangsa yang maju bukanlah semata-mata yang punya teknologi tercanggih ataupun kekayaan alam terbesar, tetapi lebih kepada bangsa yang mempunyai watak (baik). Coba bayangkan apa yang akan terjadi jika sebuah Negara Super Power mempunyai watak buruk. Yang diinginkannya hanyalah menguasai wilayah Negara lain. Praktis, seluruh Negara didunia yang merasa terancam tidak akan tenang melihat “kerakusan” seperti itu dan mereka akan bersatu memboikot dan melawan Negara itu. Apa yang akan terjadi jika seluruh dunia membencinya? Tentu saja kehancuran yang akan datang. Peran watak bagi sebuah Negara sangatlah penting ibarat kemudi bagi sebuah kapal.

Contoh karakter baik : komitmen, konsisten, kreatif, kompeten, keadilan, kejujuran, kesungguhan, kesopanan, kepedulian, kerja sama, keikhlasan, keberanian, ketegasan dll. Sedangkan contoh karakter buruk yaitu : korupsi, malas, sombong, dusta, ria, keji, khianat, merampok, curang, tidak sopan, mencuri, mengadu domba, fitnah dll.

Dalam kehidupan individu, karakter mempunyai peran yang sangat penting. Seseorang yang mempunyai karakter baik dan kuat akan memiliki hidup yang berkualitas. Boleh saja dia tidak mempunyai apapun untuk dibanggakan, tetapi jika dia menempatkan karakter sebagai modalnya, hidupnya akan bersinar. Lebih dari yang lain.

Karena letaknya “di dalam”, Karakter seseorang akan sangat mudah kita lihat ketika dia berada dibawah tekanan, masalah, ujian, tantangan dan cobaan. Untuk menilai karakter seseorang juga tidak bisa langsung menebaknya sembarangan. Kita harus bergaul dan bersama dengan dia dalam jangka waktu yang panjang dan berkala. Dengan begitu, kita akan tahu bagaimana ekspresi-ekspresi tersembunyi dia. Sebenarnya kita bisa menebak karakter seseorang dari cara dia berbicara, bersikap ataupun merespon sesuatu, tetapi itu hanya sebatas tebakan saja.

Seseorang yang tidak berkarakter pasti hidupnya akan kacau balau. Ia tidak akan mampu mengelola dirinya dengan baik. Ia akan dengan sangat mudah down jika suatu cobaan datang. Sebaliknya, dengan karakter kita akan menemukan banyak hal seperti : sebuah kualitas kehidupan, nilai-nilai untuk hidup benar, benih-benih kesuksesan, sikap mental yang terlatih pada saat ujian datang, kekuatan dari dalam untuk bertahan dan menang. Arti dan makna sebuah proses kegagalan dan kesuksesan, kebenaran yang hakiki dari nurani, filosofi prinsip kebenaran jiwa dan pertumbuhan sikap mental menjadi kuat.

i will be very happy to see your comments.so, make sure to leave some.ok!

 
2 Comments

Posted by on December 29, 2008 in Uncategorized

 

Tags:

2 responses to “Membentuk Manusia Berkarakter

  1. Develd Furqan

    January 5, 2015 at 11:23 am

    the good article,,

     
  2. tara

    July 30, 2010 at 3:22 pm

    nice info,,
    may i ask you?

     

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: